“Saya menyaksikan sendiri Masrukhi menghembuskan napas terakhir di pangkuan Dodo,” kata Dewi sebelum turun mencari bantuan.
Evakuasi baru berlangsung setelah Gentur, satu-satunya pria yang selamat, berhasil mencapai pemukiman dan melapor.
Namun bantuan datang terlambat. Iis yang sempat diselamatkan dan dirawat oleh tim SAR akhirnya meninggal karena kondisi kritis dan cuaca ekstrem.
“Kami sudah lakukan segalanya… tapi Tuhan berkata lain,” ungkap Eko Cahyo, salah satu anggota SAR.
Tragedi itu menyisakan duka mendalam. Hanya dua yang selamat, Dewi dan Gentur. Nama kelima korban kini diabadikan di sebuah plakat segitiga di Gunung Slamet, sebagai pengingat bahwa alam tak bisa dilawan.
“Mereka pergi sebagai pejuang, dan akan selalu kami kenang sebagai saudara,” tutup perwakilan Mapagama.
Penulis : kurniawan
Editor : peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















