PERISTIWATERKINI.NET – Pendakian tujuh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ke Gunung Slamet pada Februari 2001 berujung tragis.
Mereka adalah Turniadi (Dodo), Masrukhi, Dewi Priamsari, Bagus Gentur Sukanegara, Ismarilianti (Iis), Bregas Agung, dan Ahmad Fauzan.
Berangkat dengan semangat, mereka akhirnya menghadapi badai, kabut tebal, dan suhu ekstrem di atas 0°C.
“Kami tak pernah menyangka batas vegetasi itu menjadi titik kritis hidup dan mati,” ujar Gentur, salah satu penyintas.
Mereka sempat mendirikan tenda di dekat garis vegetasi, namun cuaca tak bersahabat memaksa mereka terjebak.
Upaya mencapai puncak gagal total akibat badai mendadak. “Kabut menutup semuanya, kami bahkan tak bisa saling melihat lebih dari setengah meter,” kenang Gentur.
SATU PERSATU GUGUR
Masrukhi menjadi korban pertama akibat hipotermia, disusul Ahmad Fauzan, Dodo, Iis, dan terakhir Bregas. Kekurangan logistik, hilangnya arah, serta suhu ekstrem mempercepat tragedi.
Penulis : kurniawan
Editor : peristiwaterkini
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















