“Dia pernah ke Rimbo Bujang ini naik helikopter, jadi setahu orang di sini, dia sangat kaya,” katanya.
Jay menyebut bahwa keluarga Dwi masih berada di Rimbo Bujang. Keluarga memiliki usaha toko grosir. “Ya, keluarganya orang tuanya, saudaranya, di sini. Ada (buka) toko grosir,” sebutnya.
Meski sudah merantau ke Jawa, Jay menyebut banyak warga yang masih berkomunikasi dengan Dwi. Dwi sering mengirimkan bantuan dana bagi kegiatan organisasi dan pemuda desa.
Bos Bank BRI Ikut Prihatin
Dikutip dari Kompas.com, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menyampaikan keprihatinannya terkait peristiwa tragis yang dialami salah satu Kepala Cabang BRI tersebut.
Hal ini ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, pada Kamis (21/8/2025).
“Karyawan yang meninggal itu kita sedang melakukan pendalaman, kita juga prihatin, sepertinya diculik, saya lihat di videonya itu dimasukin mobil, terus dibawa, tahu-tahu meninggal tadi pagi,” ujar Hery.
Ia menambahkan, pihaknya bersama aparat kepolisian tengah mendalami lebih jauh motif di balik penculikan dan pembunuhan tersebut. Termasuk dugaan apakah kasus ini terkait dengan urusan penagihan kredit atau faktor lainnya.
Polisi Berhasil Tangkap Otak Pelaku Pembunuhan
Adapun sebelumnya Polda Metro Jaya membekuk otak utama penculikan dan pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta (37). Keempat otak pelaku itu adalah berinisial DH, YJ, AA dan C. Ketiga otak utama tersebut adalah DH, YJ, AA ditangkap di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025), pukul 20.15 WIB.
Sedangkan C dibekuk di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (24/8/2025), sekitar pukul 15.30 WIB. Dari 4 otak utama penculikan dan pembunuhan itu dalangnya adalah Dwi Hartono (HA).
Total anggota komplotan penculikan dan pembunuhan tersebut ada 8 orang.
Empat pelaku yang bertugas menculik Ilham Pradipta adalah AT, RS, RAH, dan EW. Kemudian ada 4 orang yang menjadi otak pembunuhan, yakni DH, YJ, AA dan C.
Ilham Pradipta sebelumnya ditemukan tewas di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8) pagi. Ilham tewas setelah diculik para pelaku setelah selesai melaksanakan meeting bersama rekan kerjanya di supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025)

















