Skandal Besar! Mantan Gubernur Bengkulu Beli Rumah Mewah di Yogyakarta

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 Maret 2025 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Gubernur Bengkulu nonaktif, Rohidin Mersyah saat digiring ke rutan, usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), Minggu (24/11/2024). (Foto: istimewa)

Foto : Gubernur Bengkulu nonaktif, Rohidin Mersyah saat digiring ke rutan, usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), Minggu (24/11/2024). (Foto: istimewa)

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang sebesar Rp7 miliar dalam bentuk Rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura.

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Rohidin Mersyah, Isnan Fajri (Sekda Provinsi Bengkulu), dan Evriansyah alias Anca (ajudan Gubernur).

Penyelidikan KPK mengungkap bahwa pada Juli 2024, Rohidin meminta dukungan dana dan penanggung jawab wilayah untuk mendukung pencalonannya kembali dalam Pilgub Bengkulu 2024.

Tersangka Isnan Fajri kemudian memerintahkan seluruh Kepala OPD dan Kepala Biro di Pemprov Bengkulu untuk menggalang dana demi memenangkan Rohidin.

Ancaman pemecatan dan rotasi jabatan digunakan sebagai alat tekanan terhadap para pejabat tersebut.

Dana hasil pemerasan itu terkumpul dari berbagai sumber, termasuk Rp200 juta dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Rp500 juta dari Kepala Dinas PUPR, dan Rp2,9 miliar dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Uang tersebut digunakan Rohidin untuk kepentingan politik dan pembelian aset pribadi, termasuk rumah mewah di Yogyakarta.

KPK kini tengah mendalami aliran dana lainnya yang diduga masih terkait dengan jaringan korupsi ini.

Penulis : Kurniawan

Editor : Peristiwaterkini

Berita Terkait

Transisi Bandung Zoo Krusial, Geopix Minta Pengawasan Independen Ketat
‎Rumah Zakat Percepat Pemulihan Sumatera Lewat Huntara Papan Partisipatif
Izin Dicabut, Negara Turun Tangan Selamatkan Satwa Kebun Binatang Bandung
‎Nata Hotel Solo Guncang Ramadhan 2026 dengan Iftar Timur Tengah ‎
ISRI Kritik Board of Peace, Dinilai Boros APBN ‎
Coffee Morning Kodim Wonosobo, Media Diajak Kawal Program TNI
‎Usai Peresmian, Bupati Kudus Langsung Pantau Siswa SMAN 2 Keracunan MBG ‎
‎Getaran Gempa Bantul Bongkar Atap SMKN Gantiwarno Klaten

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:38 WIB

Transisi Bandung Zoo Krusial, Geopix Minta Pengawasan Independen Ketat

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:28 WIB

‎Rumah Zakat Percepat Pemulihan Sumatera Lewat Huntara Papan Partisipatif

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:26 WIB

Izin Dicabut, Negara Turun Tangan Selamatkan Satwa Kebun Binatang Bandung

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:35 WIB

‎Nata Hotel Solo Guncang Ramadhan 2026 dengan Iftar Timur Tengah ‎

Senin, 2 Februari 2026 - 21:50 WIB

ISRI Kritik Board of Peace, Dinilai Boros APBN ‎

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dandim Wonosobo Tinjau TMMD Trimulyo, Dorong Desa Maju

Selasa, 10 Feb 2026 - 14:39 WIB