Sementara itu, Rektor UWM Edy Suandi Hamid menilai nota kesepahaman membuka peluang luas bagi civitas akademika.
Ia menjelaskan program yang disiapkan meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, gelar ganda, hingga pelatihan bersertifikasi internasional.
“Sasarannya bukan hanya dosen dan mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas,” ujarnya.
Karena itu, ia optimistis kerja sama ini mampu meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Di sisi lain, pihak UWM langsung mengundang tim AEG berkunjung ke kampus untuk melihat kesiapan fasilitas dan potensi kolaborasi lanjutan.
Setelah itu, kedua pihak akan menyusun perencanaan teknis yang lebih detail agar program bisa segera berjalan.
“Kita buat bersama langkah serius, perencanaan detail, dan siap dioperasionalkan,” tutup Prof. Edy.
Penulis : Andriyani
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















