Dispertan Kudus juga menyiapkan langkah antisipasi melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Didik menyebut terdapat dua tahap kepesertaan asuransi yang sedang dicermati agar petani terdampak dapat mengajukan klaim.
“Kalau nanti ditetapkan puso, klaim asuransi itu yang pertama kami upayakan,” katanya.
Selain asuransi, Dispertan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mengupayakan bantuan benih bagi petani yang mengalami kerusakan berat.
Didik berharap petani tetap bertahan di tengah situasi sulit ini.
“Kami ingin petani tetap semangat. Kalau semua proses sudah clear, bantuan bisa segera disalurkan dan lahan ditanami kembali,” tandasnya.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















