PERISTIWATERKINI.NET, Kudus – Banjir di Kabupaten Kudus bukan hanya merendam permukiman, tetapi juga memukul sektor pertanian.
Dinas Pertanian dan Pangan Kudus mencatat 1.970 hektare sawah tergenang, tersebar di enam kecamatan. Kondisi ini membuat ribuan petani menghadapi ancaman kerugian ekonomi yang tidak kecil.
Kepala Dispertan Kudus Didik Tri Prasetiyo mengatakan, genangan air setinggi 50 hingga 100 sentimeter berpotensi merusak tanaman padi yang sebagian besar masih dalam fase awal pertumbuhan.
“Usia tanaman ada yang baru 5 hari, ada juga yang sudah 60 hari setelah tanam. Ini sangat rentan,” kata Didik saat ditemui di Kudus, Kamis (15/1/2026).
Menurut Didik, pihaknya belum dapat menetapkan status puso karena kondisi sawah masih terendam.
Penetapan baru bisa dilakukan setelah air surut dan tanaman dapat dievaluasi secara menyeluruh.
“Sekarang belum bisa menentukan puso atau tidak. Paling tidak hari keempat atau kelima setelah air surut baru kami cek,” ujarnya.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















