Ia menilai, nilai tradisi Jawa yang mengajarkan penghormatan terhadap leluhur dan sopan santun harus terus diwariskan.
“Kami DPRD DIY akan mendorong kebijakan anggaran yang berpijak pada pelestarian budaya adiluhung,” katanya.
Sementara itu, Gubernur DIY dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabiro Kesra Setda D.I Yogyakarta Faisol Muslim menegaskan tradisi Sadranan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
“Setiap anugerah harus dirayakan dengan kerendahan hati dan setiap pencapaian harus semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” bunyi sambutan tersebut.
Perwakilan Keraton, Kanjeng Raden Mas Rahmadi, juga mengingatkan jejak perjuangan Sultan Agung yang mewariskan nilai budaya luhur sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, serta ziarah ke makam tokoh di kompleks masjid, termasuk Raden Mas Kyai Chasan Bisri atau Kyai Muhsin Besari.
Warga berharap tradisi Sadranan terus menjadi ruang spiritual dan sosial yang meneguhkan kebersamaan.
“Ini bukan hanya tradisi, tetapi pengikat nilai kehidupan masyarakat,” ujar salah satu warga.
Penulis : Andriyani
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















