PERISTIWATERKINI.NET, Sleman – Hujan rintik menyambut prosesi adat Tradisi Sadranan di Masjid Kagungan Dalem Sambisari, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Senin (16/2/2026).
Bupati Sleman Harda Kiswaya hadir bersama jajaran Forkopimda, Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari, serta perwakilan Keraton Yogyakarta.
Prosesi diawali doa bersama, dilanjutkan pecah kendi dan kirab gunungan sebagai simbol penghormatan leluhur dan ungkapan syukur kepada Tuhan.

Ritual ini menandai tekad masyarakat menjaga warisan budaya yang diwariskan turun-temurun.
“Kegiatan meniko njagi kerukunan, sehingga urip wonten alam ndonya meniko diparingi gampil, menuju kesejahteraanipun,” ujar Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam sambutannya.
Ia menegaskan tradisi Sadranan bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat pentingnya kearifan lokal dan kebersamaan sosial.
“Ini wujud nyata nguri-uri warisan budaya Yogyakarta sekaligus memperkuat harmoni masyarakat,” katanya.
Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Sambisari melestarikan tradisi tersebut.
“Saya mewakili legislatif DIY menyampaikan terima kasih kepada warga dan panitia yang terus menjaga upacara adat ini,” ujarnya.
Penulis : Andriyani
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















