Ia menyebut, sekitar 30 anggota aktif melakukan patroli bergiliran setiap malam di sejumlah titik rawan kejahatan.
Selain itu, “Setiap pelaku yang kami amankan langsung kami serahkan kepada kepolisian untuk diproses hukum,” katanya.
Namun demikian, ia juga menyoroti gesekan antara pendatang, khususnya mahasiswa, dengan warga lokal yang kerap dipicu perdebatan daring.
“Saya memakai Facebook untuk komunikasi terbuka. Akan tetapi, akun abal-abal sering memprovokasi dengan identitas palsu,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengimbau setiap insiden kekerasan dilaporkan kepada aparat, seraya menegaskan koordinasi rutin dengan Polda hingga Polsek.
Di sisi lain, ia menutup sementara usaha hiburannya selama Ramadan, lalu menegaskan, “Gerakan Obar Abir independen, tidak terkait Kraton.”
Penulis : Andriyani
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















