Faktor-faktor lain seperti kemiskinan, akses terhadap layanan kesehatan, dan sanitasi yang layak harus menjadi perhatian utama.
“Kalau mau menyelesaikan masalah stunting, jangan hanya fokus ke makanan. Harus menyentuh akar persoalan. Ini pekerjaan rumah yang kompleks,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ribka mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya ini.
Ia menyebut kader posyandu, tenaga kesehatan lokal, dan tokoh masyarakat memiliki peran vital dalam mengedukasi dan memantau tumbuh kembang anak.
“Edukasi gizi harus dilakukan secara konsisten, terutama untuk ibu hamil dan anak usia dini. Mereka adalah kunci masa depan bangsa,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan terhadap program seperti MBG harus diperketat agar tidak menjadi proyek politis semata.
“Kalau ingin menyongsong Indonesia Emas 2045, kita butuh program yang benar-benar berdampak, bukan sekadar pencitraan,” pungkas Ribka.
Penulis : Kurniawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















