PERISTIWATERKINI.NET – Ketegangan meningkat di kawasan Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta.
Warga yang tinggal di sekitar area tersebut menyuarakan penolakan keras terhadap rencana penataan ulang yang digagas oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Mereka mengklaim tanah yang akan digunakan untuk perluasan stasiun bukan milik KAI, melainkan milik Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Di tengah polemik, spanduk bertuliskan “Pejah Gesang Nderek Sultan” dan “Tanah ini milik Kasultanan Ngayogyakarta” menghiasi sudut-sudut rumah warga sebagai simbol perlawanan.
Warga menyebut langkah KAI sebagai bentuk penggusuran terselubung.
Mereka menolak digeser dari rumah yang telah mereka tempati selama bertahun-tahun dan menyatakan akan bertahan, meski harus menghadapi risiko besar.
Sementara itu, pihak KAI menegaskan bahwa proyek penataan ini bukan semata pembangunan,
melainkan bagian dari upaya pengamanan aset perusahaan dan peningkatan layanan penumpang.
Penulis : Kurniawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















