Dalam sesi orientasi usai pengukuhan, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menjelaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki dasar moral kuat melalui Tri Satya dan Dasa Dharma yang sejalan dengan nilai-nilai Bawaslu.
“Pramuka menyiapkan generasi muda yang tangguh, peduli, dan beretika. Melalui Saka Adhyasta, mereka akan belajar menjadi penggerak demokrasi yang berintegritas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dinamika Generasi Z yang kini aktif di dunia digital.
“Kesadaran politik anak muda meningkat, tetapi tantangannya adalah bagaimana pesan-pesan demokrasi tersampaikan dengan cara yang kreatif dan relevan,” tambahnya.
Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Jantan Putra Bangsa, menilai pelibatan Pramuka sebagai langkah strategis membentuk kader pengawas pemilu masa depan.
“Saka Adhyasta adalah laboratorium demokrasi bagi generasi digital yang kritis dan melek teknologi,” ucapnya.
Senada, Siti Nurhayati, anggota Bawaslu lainnya, menyebut kolaborasi kelembagaan menjadi kunci penguatan gerakan ini.
“Kami siap berbagi pengalaman dalam pengelolaan media dan sosialisasi kepemiluan agar Saka Adhyasta menjadi sarana edukasi politik yang inspiratif,” katanya.
Melalui kerja sama ini, Bawaslu dan Pramuka bertekad menumbuhkan generasi muda berkarakter, adaptif, dan berintegritas demi pemilu yang jujur dan bermartabat.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















