Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber dari latar profesi berbeda. Prof. drg. Suryono, S.H., Ph.D. menyoroti pentingnya mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa.
“Mediasi lebih efisien dan sejalan dengan keadilan restoratif yang kini berkembang,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan komunikasi dan empati menjadi kunci keberhasilan mediator.
Sementara itu, Notaris/PPAT Bantul Deasy Widya Sari, S.H., M.Kn. menekankan tanggung jawab besar notaris dalam menjaga kepastian hukum.
“Akta autentik memiliki kekuatan pembuktian sempurna, sehingga notaris wajib bekerja cermat dan berintegritas,” tegasnya.
FH UWM berharap, melalui pelatihan ini, mahasiswa mampu menjadi law creators profesional yang beretika dan bertanggung jawab sosial.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















