“Penilaian kami mencakup aspek kerapian, kekompakan, serta kemampuan pemimpin barisan. Jika ada gerakan yang tertukar atau terlewat, maka gerakan tersebut tidak dinilai,” tegasnya.
Sementara itu, Hafizh Fajri A.M., Kasi Pora Bidang PDPO Disdikpora Kabupaten Wonosobo, menekankan bahwa lomba ini sarana pembentukan mental dan jiwa kepemimpinan.
“Lomba ini adalah bagian dari upaya kami menyiapkan generasi muda yang tangguh dan berkarakter. Dalam lomba pasti ada yang menang dan kalah, tapi kalian semua adalah orang-orang terbaik,” ujarnya penuh semangat.
Semangat baris-berbaris yang mereka tunjukkan menjadi simbol langkah tegap generasi muda menuju masa depan Indonesia yang gemilang.
Penulis : Tuti
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















