Penghargaan yang juga diterima Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama pada 2024 ini menjadi momentum silaturahmi penuh makna antara tokoh-tokoh agama dunia.
Haedar menegaskan, kepergian Paus Fransiskus adalah kehilangan besar bagi dunia yang saat ini sangat membutuhkan sosok penebar damai.
“Beliau mengabdikan hidup untuk kemanusiaan yang religius, toleran, dan penuh kasih sayang,” ucapnya.
“Jejak dan inspirasi Paus Fransiskus semoga mendorong lahirnya tatanan dunia yang damai dan autentik,
di tengah panggung global yang masih penuh konflik dan kepemimpinan yang sering kali abai terhadap nilai-nilai perdamaian,” tambah Haedar.
Paus Fransiskus wafat pada usia 88 tahun di Vatikan. Sebelumnya,
beliau sempat menjalani perawatan intensif akibat pneumonia bilateral.
Setelah 38 hari dirawat, Paus kembali ke kediamannya, namun kondisi terus menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Senin pagi.
Vatikan menyatakan kepergian beliau sebagai momen duka mendalam bagi umat Katolik dan dunia.
Penulis : Kurniawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















