Kehadiran kader Posyandu juga menjadi penguat dalam pembahasan program berbasis pelayanan langsung ke masyarakat.
Sejumlah agenda penting dibahas dalam rembuk ini. Di antaranya, penyusunan program pemberian gizi tambahan untuk balita dan ibu hamil,
edukasi rutin kepada keluarga muda, serta sistem monitoring berbasis partisipasi masyarakat.
Pemerintah desa berharap program-program ini tidak berhenti di meja musyawarah,
melainkan benar-benar menjadi kegiatan tahunan yang terintegrasi dalam RKPDes.
“Kami ingin desa kami benar-benar jadi contoh dalam menangani stunting,” tambah Sailabawi.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting dan bagaimana pencegahan dapat dimulai dari rumah.
Dengan dilaksanakannya rembuk ini, Desa Kalai Duai berharap bisa menjadi desa percontohan dalam penanganan stunting di wilayah Bengkulu Utara.
Penulis : Kurniawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















