Ia menambahkan, saat ini terdapat 446 pesantren Muhammadiyah, dan banyak yang menggunakan istilah MBS karena terinspirasi dari MBS Prambanan.
Din juga mengapresiasi kemandirian ekonomi MBS Yogyakarta.
“MBS memiliki 22 unit badan usaha. Ini sesuatu yang berat dan tidak mudah, tetapi ternyata mampu dilakukan dengan sangat baik,” katanya.
Seluruh unit usaha tersebut, lanjut Din, menopang operasional pendidikan secara mandiri.
Sementara itu, Kepala SMP MBS Al Badar Prambanan, Wahyu Hidayat, S.Pd.Si, menjelaskan bahwa pembelajaran dilakukan full day hingga sore hari.
“Kami tetap menanamkan nilai kepesantrenan seperti tahfidz, Bahasa Arab, dan etika santri, meski siswa tidak tinggal di asrama,” jelasnya.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















