Sejak tahun 1980-an, ia telah setia melayani pendaki dari warung sederhananya yang berada di Hargo Dumilah, hanya 115 meter dari puncak Lawu.
Dengan ketinggian 3.150 mdpl, warung Mbok Yem dikenal sebagai warung tertinggi di Indonesia dan menjadi tempat persinggahan penuh kenangan.
Bagi para pendaki, Mbok Yem lebih dari sekadar pemilik warung.
Ia adalah pelita di tengah kabut dingin puncak Lawu ramah, tangguh, dan penuh semangat.
Dalam cuaca ekstrem sekalipun, kehadirannya menjadi penyemangat terakhir menuju puncak.
Banyak yang menyebut Mbok Yem sebagai “penjaga puncak” karena dedikasinya yang luar biasa.
Selamat jalan, Mbok Yem. Jasamu akan selalu dikenang di setiap jejak kaki pendaki Gunung Lawu.
Semoga Allah menerima segala amal kebaikanmu dan memberi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Penulis : Kurniawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















