Sri Mulyani menyebut langkah itu diambil demi keselamatan siswa.
“Untuk sementara kami hentikan MBG dan mengimbau siswa membawa bekal dari rumah sambil menunggu hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan,” ucapnya.
Ia menegaskan sekolah memilih bersikap hati-hati agar kasus serupa tidak terulang.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita, mengatakan Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Magelang Tengah telah melakukan investigasi awal.
“SPPG Rejowinangun Utara mendistribusikan 1.853 porsi makanan ke tiga sekolah, yakni SD Rejowinangun Utara 5, SMPN 10, dan SMAN 3 Magelang,” kata Larsita.
Ia menambahkan, dari hasil sementara, telur puyuh saus mentega menjadi menu yang paling dicurigai.
“Dari 946 responden, sebanyak 263 orang dilaporkan sakit. Sampel makanan dan air sudah kami ambil, hasil laboratorium masih kami tunggu,” ujarnya.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















