Masyarakat Makin Mudah Akses Layanan Kesehatan Melalui RS Jogja Mobile dan Jaga Sultan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 November 2024 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Ini fasilitas yang ada secara online kita sosialisasikan. Kami pasti selalu memberikan informasi kepada masyarakat, dan sekarang masyarakat kita sudah melek IT,” ucapnya.

Selain itu, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta juga turut diluncurkan aplikasi Jaga Sultan. Aplikasi ini tidak hanya memudahkan pelayanan kesehatan, namun juga membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan.

“Aplikasi Jaga Sultan ini dalam rangka mempermudah akses masyarakat terhadap layanan, utamanya layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat khususnya memang untuk yang peserta JKN,” kata Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani.

Emma menyebut, aplikasi ini sudah terintegrasi dengan Jogja Smart Service (JSS). Mereka yang menggunakan layanan kesehatan dari aplikasi ini akan dibiayai dari APBD Kota Yogyakarta.

“Ini khususnya memang PD-PD, jadi ini peserta daerah yang dibiayai pemerintah daerah,” ungkapnya.

“Jadi mereka yang ber-KTP Kota Yogya, kemudian memang belum memiliki jaminan apapun atau punya JKN tapi menunggak, itu memang sasaran kita,” lanjut Emma.

Layanan yang diberikan di aplikasi Jaga Sultan ini untuk seluruh layanan kesehatan yang ada di puskesmas. Bahkan, melalui aplikasi ini, pasien juga bisa diberikan rujukan berjenjang jika membutuhkan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang lebih tinggi seperti rumah sakit.

“Harapannya dengan Jaga Sultan ini, masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan, tidak perlu datang ke dinkes (fasyankes), tapi cukup dengan androidnya sudah bisa menggunakan atau memanfaatkan aplikasi tersebut,” jelas Emma.

Melalui aplikasi Jaga Sultan ini, data pasien yang ada juga akan lebih valid. Sebab, kata Emma, untuk pasien yang sudah meninggal dunia akan langsung diperbaiki melalui aplikasi tersebut.

“Jadi jangan sampai kita membayari orang-orang yang sudah meninggal, yang seharusnya sudah dikeluarkan (dari pendataan). Harapan kami juga itu benar-benar tiap individu atau keluarga itu yang lapor, sehingga kami benar-benar yakin bahwa memang (aplikasi) ini digunakan atau dimanfaatkan untuk penduduk Kota Yogya yang benar-benar membutuhkan,” ungkap Emma.

Penulis : Kurniawan

Editor : Peristiwaterkini

Berita Terkait

‎Hujan Tak Surutkan Reli Mobil Kuno PPMKI DIY Yogya Pada HUT Ke-44 ‎
‎Milad ke-18 MBS Yogyakarta, 2.500 Santri Bersih Desa
‎Mahfud MD Tekankan Istiqamah, Muslim Harus Teguh Hingga Akhir
Panggung Gratis PASEBAN Jadi Laboratorium Komika Stand Up Bantul
RKP DIY Ajak Pemuda Lawan Kekerasan Menuju Indonesia Emas
‎Pengurus Baru KADIN DIY Dikukuhkan, Sinergi Bisnis-Pemerintah Diperkuat ‎
‎GKR Hemas Dorong Keistimewaan DIY Dibaca Hidup Kontekstual Berkelanjutan
Pawon Ramadan Loman Park Satukan Kuliner Ibadah Pernikahan Berkelas Yogyakarta

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 06:06 WIB

‎Hujan Tak Surutkan Reli Mobil Kuno PPMKI DIY Yogya Pada HUT Ke-44 ‎

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:19 WIB

‎Milad ke-18 MBS Yogyakarta, 2.500 Santri Bersih Desa

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:31 WIB

‎Mahfud MD Tekankan Istiqamah, Muslim Harus Teguh Hingga Akhir

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:38 WIB

Panggung Gratis PASEBAN Jadi Laboratorium Komika Stand Up Bantul

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:15 WIB

RKP DIY Ajak Pemuda Lawan Kekerasan Menuju Indonesia Emas

Berita Terbaru