Tak hanya itu, Sri Radjasa juga menyebut nama mantan Wamendes PDTT, Paiman Raharjo, yang diduga terlibat dalam pembuatan ijazah tersebut.
Ia mengklaim mendapat informasi dari orang dalam Pasar Pramuka yang menyebut Paiman sebagai relawan Sedulur Jokowi sebelum menjabat di pemerintahan.
“Begitu saya angkat isu ini, Paiman langsung kelabakan,” ujarnya.
Sri Radjasa menilai polemik ini akan selesai jika Jokowi bersedia menunjukkan ijazah aslinya kepada publik.
Namun, karena tak kunjung dilakukan, ia menduga ijazah tersebut dibuat antara tahun 2012 hingga 2014.
“Kalau asli, tunjukkan saja. Tapi karena tidak, saya kini yakin bahwa itu palsu,” pungkasnya.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















