“Kirab ini tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga berpotensi mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.
“Yang paling penting, ini menunjukkan wajah Yogyakarta sebagai kota toleran dan berbudaya,” ujarnya.
Menurut Wawan, Kampung Miliran layak menjadi contoh Kampung Rukun Beragama.
“Tradisi seperti Ngampem Bareng harus terus dirawat agar tidak tergerus modernisasi.
“Kami juga berharap generasi muda terlibat aktif, bukan hanya menonton, tetapi menjadi penggerak,” katanya.
Ia menutup dengan harapan agar warisan budaya lokal terus hidup secara dinamis di tangan generasi berikutnya.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















