Pihak kepolisian juga menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian, apakah terkait kondisi medis atau ada unsur lain.

Di tengah proses penyelidikan, suasana duka mendalam menyelimuti pemakaman Arya Daru di Pemakaman Sunthen, Jomblangan, Banguntapan, Bantul, Rabu (9/7) sore.
Dua anak Arya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP dan kelas 4 SD tampak lunglai di sisi makam sang ayah.
“Anak-anaknya terus menangis, bahkan saat tanah mulai ditimbun,” tutur seorang kerabat yang hadir. Sang istri, Meta Ayu Puspitantri, tampak tegar mendampingi anak-anak meski matanya terus basah oleh air mata.
Prosesi pemakaman dimulai pukul 17.00 WIB, diikuti keluarga besar dan kerabat dekat.
Tangisan pecah ketika jenazah diturunkan ke liang lahat. Meta dan anak-anak turut menabur bunga di pusara Arya, mencoba menerima kenyataan pahit ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus menggali informasi tambahan, termasuk dari ahli forensik dan hasil rekaman CCTV, guna mengungkap penyebab pasti kematian diplomat muda yang dikenal berdedikasi tersebut.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















