Kelangkaan LPG 3 Kg: Bukti Kebijakan Pemerintah Gagal, Rakyat Makin Menderita!

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Februari 2025 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Peristiwaterkini – Kelangkaan LPG 3 kg semakin menjadi momok bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro di berbagai daerah.

Sejak awal Februari 2024, antrean panjang di pangkalan resmi menjadi pemandangan umum, sementara harga di pasar gelap melonjak tajam.

Kebijakan pemerintah yang melarang penjualan LPG 3 kg di tingkat pengecer sejak 1 Februari 2024 justru mempersulit akses masyarakat terhadap bahan bakar subsidi ini.

Anggota Komisi XII DPR RI, Muh Haris, menilai kebijakan tersebut tidak diikuti dengan sosialisasi yang memadai, sehingga banyak pengecer yang kebingungan dan masyarakat kesulitan mendapatkan LPG 3 kg.

“Jika memang tidak langka, kenapa rakyat harus antre panjang hanya untuk membeli gas? Jangan sampai kebijakan yang bertujuan baik malah menyengsarakan rakyat kecil,” ujar Muh Haris di Gedung Nusantara 1 DPR RI.

Data menunjukkan bahwa realisasi penyaluran LPG 3 kg di Jakarta pada tahun 2024 mencapai 414.134 metrik ton (MT). Namun, pemerintah justru menurunkan kuota menjadi 407.555 MT pada tahun 2025.

Pengurangan ini dikhawatirkan akan semakin memperparah kelangkaan, terutama di wilayah dengan konsumsi tinggi.

Masyarakat yang bergantung pada LPG subsidi untuk keperluan sehari-hari pun semakin tertekan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengklaim bahwa tidak ada kelangkaan, hanya pembatasan pembelian.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Banyak warga mengeluh karena kesulitan mendapatkan gas,

bahkan beberapa pelaku usaha mikro terpaksa menghentikan produksi akibat stok LPG yang menipis.

Jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor ekonomi rakyat.

Muh Haris mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi kebijakan distribusi LPG 3 kg. Menurutnya, ada empat langkah yang harus segera diambil.

Penulis : Kurniawan

Editor : Peristiwaterkini

Berita Terkait

Transisi Bandung Zoo Krusial, Geopix Minta Pengawasan Independen Ketat
‎Rumah Zakat Percepat Pemulihan Sumatera Lewat Huntara Papan Partisipatif
Izin Dicabut, Negara Turun Tangan Selamatkan Satwa Kebun Binatang Bandung
‎Nata Hotel Solo Guncang Ramadhan 2026 dengan Iftar Timur Tengah ‎
ISRI Kritik Board of Peace, Dinilai Boros APBN ‎
Coffee Morning Kodim Wonosobo, Media Diajak Kawal Program TNI
‎Usai Peresmian, Bupati Kudus Langsung Pantau Siswa SMAN 2 Keracunan MBG ‎
‎Getaran Gempa Bantul Bongkar Atap SMKN Gantiwarno Klaten

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:38 WIB

Transisi Bandung Zoo Krusial, Geopix Minta Pengawasan Independen Ketat

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:28 WIB

‎Rumah Zakat Percepat Pemulihan Sumatera Lewat Huntara Papan Partisipatif

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:26 WIB

Izin Dicabut, Negara Turun Tangan Selamatkan Satwa Kebun Binatang Bandung

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:35 WIB

‎Nata Hotel Solo Guncang Ramadhan 2026 dengan Iftar Timur Tengah ‎

Senin, 2 Februari 2026 - 21:50 WIB

ISRI Kritik Board of Peace, Dinilai Boros APBN ‎

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dandim Wonosobo Tinjau TMMD Trimulyo, Dorong Desa Maju

Selasa, 10 Feb 2026 - 14:39 WIB