Kalung Wesi Mengepung Jawa : Rakyat Lempuyangan “Terbunuh”

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pergi mengosongkan rumah dengan hanya berdasar surat palilah dari Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat.

Pengusiran warga oleh PT KAI yang seperti itu seolah olah mengingatkan kembali kepada perlakuan VOC kepada rakyat berdasarkan pelajaran sejarah.

Benar kata Bung Karno, *”perjuanganmu lebih sulit karena menghadapi bangsamu sendiri”*

Perlakuan PT KAI seolah olah seperti perlakuan penjajah VOC yang dilegitimasi oleh Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat

dengan alasan kepentingan umum padahal ujung ujungnya hanya untuk mengisi pundi pundi BUMN PT KAI dan Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat,

jadi ingat perjuangan Pangeran Diponegoro dalam perang jawa.

Konstitusi yang merupakan dasar/standing dalam menyelenggarakan negara ini dan merupakan kontrak politik ketika negara

merdeka 17 Agustus 1945 sangat jelas bahwa tujuan negara adalah memajukan kesejahteraan umum bukan kesejahteraan bumn dan kraton maka situasi kondisi

obyektif dalam persoalan rakyat lempuyangan adalah adanya proses pemiskinan rakyat.

Dalam batang tubuh UUD 1945 jelas termaktub bahwa bertempat tinggal yang layak adalah hak rakyat bukan kewajiban

rakyat maka menjadi kewajiban ketika ada institusi sebesar dan sekuasa PT KAI dan Kraton ingin memanfaatkan haknya untuk juga memikirkan hak bertempat tinggal bagi rakyat yang terdampak tersebut secara layak. Bahasa Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubowono X jelas *”Harus ada empati”*. Empati adalah penuhi hak tinggal rakyat penuhi hak mendapatkan pekerjaan yang layak karena ketika mereka tercerabut dari akarnya itu artinya juga mencabut ruang hidup rakyat.

2010-2012 mereka adalah juga pejuang pejuang keistimewaan, apakah mereka juga akan bernasib sama dengan pejuang pejuang kemerdekaan tidak menikmati hasil perjuangan dan yang menikmati adalah mereka yang bukan pejuang. Ironis memang tapi itulah keiklasan dan tidak punyanya kekuasaan membuat mereka akan kehilangan ruang hidupnya, bukan hanya satu keluarga satu nyawa tetapi bisa “puluhan ratusan bahkan ribuan nyawa rakyat.”

*Bunda relakan darah juang kami tuk membebaskan Rakyat*

Tlatah Gayam 7 Mei 2025
Antonius Fokki Ardiyanto S.IP
Penulis adalah
Juru Bicara Warga Terdampak

Penulis : Kurniawan

Editor : Peristiwaterkini

Berita Terkait

‎GRAMM Hotel Rayakan Imlek 2026 dengan Prosperity Lunar Dinner
‎Afirmasi BPJS FITK UIN Sunan Kalijaga Prioritaskan Kesejahteraan Guru Swasta
HAPI Tegaskan Peran Advokat Hingga Akar Rumput, Integritas Jadi Fondasi Utama
‎Crystal Lotus Hotel Suguhkan Staycation Ramadhan Hangat Penuh Makna
‎Lintas Iman Ngampem Bareng, Tradisi Ruwahan Menyatukan Miliran
Petir Renggut Dua Nyawa Petani Sleman, Alarm Keselamatan Sawah
‎Winda Permata Bentak Hubungan Toxic Lewat Single Debut Berani “Dasar Kamu”
‎HUT Ke-80 Persit, Donor Darah Teguhkan Kepedulian Kemanusiaan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:51 WIB

‎GRAMM Hotel Rayakan Imlek 2026 dengan Prosperity Lunar Dinner

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38 WIB

‎Afirmasi BPJS FITK UIN Sunan Kalijaga Prioritaskan Kesejahteraan Guru Swasta

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:18 WIB

HAPI Tegaskan Peran Advokat Hingga Akar Rumput, Integritas Jadi Fondasi Utama

Senin, 9 Februari 2026 - 22:04 WIB

‎Lintas Iman Ngampem Bareng, Tradisi Ruwahan Menyatukan Miliran

Senin, 9 Februari 2026 - 20:27 WIB

Petir Renggut Dua Nyawa Petani Sleman, Alarm Keselamatan Sawah

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dandim Wonosobo Tinjau TMMD Trimulyo, Dorong Desa Maju

Selasa, 10 Feb 2026 - 14:39 WIB