“Jadikan KADIN sebagai rumah besar dunia usaha yang inklusif, terbuka, dan solutif. Mari perkuat solidaritas, satukan langkah, dan terus berinovasi,” tandasnya.
Menurut dia, ekonomi DIY harus mandiri, inovatif, berdaya saing, sekaligus berpijak pada kearifan lokal.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi apresiasi atas pelantikan tersebut. Ia menegaskan, ekosistem ekonomi modern tak lagi berjalan sendiri-sendiri.
“Ekosistem menuntut bukan hanya partisipasi kehadiran melainkan kesepahaman arah.
KADIN Kabupaten/Kota adalah penggerak ekonomi wilayahnya masing-masing, bukan sekadar representasi usaha namun simpul orkestrasi pertumbuhan,” tutur Sultan.
Ia menambahkan, kekuatan DIY lahir dari diferensiasi: Sleman unggul di pendidikan dan ekonomi, Bantul di industri kreatif dan manufaktur, Kulon Progo di konektivitas logistik, Gunungkidul di agrobisnis dan pariwisata, serta Kota Yogyakarta di jasa perdagangan dan pendidikan.
“Justru dalam diferensiasi itulah daya saing DIY bertumbuh,” pungkasnya.
Penulis : Andriyani
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















