ICRSE 2025 menghadirkan pakar lintas negara, dari Indonesia, Kolombia, hingga Prancis dan Kosta Rika.
“Dialog antara agama dan sains adalah kebutuhan global,” kata penyelenggara.

Ketua konferensi, Muhammad Ja’far Lutfi, bangga dengan tingginya antusias peserta. “Ini yang kelima, pesertanya terus bertambah,” ujarnya, menyebut ratusan akademisi terlibat.
Konferensi yang berlangsung daring dan terbuka tanpa biaya ini menyediakan ruang bagi penelitian di berbagai bidang—Pendidikan, Sains Hayati, Matematika, Teknik, hingga Studi Sosial-Keagamaan.
“Kami membuka partisipasi seluas-luasnya,” ujar panitia.
Melalui publikasi ilmiah yang tersedia bagi naskah terpilih, forum ini diharapkan memperkuat arah inovasi sains yang lebih etis dan berkeadilan.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















