Sementara itu, hujan deras yang turun sejak hari pertama membuat arus pengunjung berkurang drastis dan berdampak langsung pada omzet.
Akibatnya, sebagian pedagang hanya mampu menjual separuh dari target harian yang biasanya tercapai ketika cuaca mendukung dan pengunjung membludak.
Meski begitu, ia tetap optimistis kondisi segera membaik dan penjualan kembali meningkat pada hari-hari berikutnya selama Ramadan berlangsung.
“Semoga bisa lebih dari tahun kemarin dan acaranya terus berkelanjutan ke depannya,” katanya penuh harap.
Di sisi lain, Kampung Ramadan Jogokariyan tetap menjadi sentra takjil favorit warga Yogyakarta setiap bulan suci Ramadan.
Dengan ratusan stan makanan dan minuman, kawasan ini konsisten menghadirkan pilihan berbuka puasa sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Penulis : Andriyani
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















