“Saya minta kasus korupsi ini jangan dibiarkan saja bagi seluruh elemen masyarakat OKU terutama pemerintah daerah dan DPRD OKU,” beber mantan Ketua Humanika Prabumulih ini.
DPRD OKU dan Pemkab OKU jangan hanya diam, setidaknya lakukan komunikas dengan Direksi PT. SMBR karena GMPD Sumsel juga mendapati adanya dugaan tidak transparannya pengelolaan dana CSR PT. SMBR
” Buktinya perhatian PT. SMBR sangat minim, lihat saja jalan utama diradius satu kelometer perusahaan PT..SMBR banyak yang rusak, kepedulian ganti rugi rumah warga yang rusak dan retak akibat ledakan dinamit ketika warga ribut pihak PT. SMBR baru turun dan masih banyak persoalan lainnya,” tegas Muslimin.
Jurnalis senior ini juga meminta kepada warga OKU yang mendapati kerugian karena rumahnya retak namun tidak ada ganti rugi dapat melapor ke GMPD Sumsel.
Ketika ditanya rincian dugaan korupsi PT. SMBR yang nilainya mencapai ratusan miliar itu, Muslimin meminta agar insan pers dapat mengkonfirmasikannya ke direksi PT. SMBR.
“Kita ingin fokus untuk pengaduan ke APH dan tidak ingin persoalan ini menjadi bola liar yang dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.” terangnya.
Jika mau dirincikan banyak sekali lajur dugaan korupsinya PT. SMBR, mulai dari Persoalan direksi dengan perusahaan terbatas yang menjadi mitra PT. SMBR, adanya pemborosan gaji direksi yang tidak mematuhi keputusan komisaris, masalah angkutan batubara dan masih banyak lagi.
” GMPD Sumsel sudah menyusul langkah-langkah gerakannya, mulai menembuskan dugaan kasus korupsi PT. SMBR ke Prediden RI, Menteri BUMN, KPK, Kapolri, Kejagung. Bahkan langkah selanjutnya kita akan mengadakan aksi demontrasi di KPK, Menteri BUMN dan Kejahung, ” pungkasnya.
Sementara itu, Humas PT. SMBR, Afrzal dan Eko Prasetio yang di konfirmasi awak media online melalui sambungan whatsapp, belum membalas ataupun memberi tanggapan masalah laporan GMPD Sumsel terkait dugaan korupsi PT. SMBR. (Tim)
Penulis : Jurnalis
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















