Sementara itu, aparat memasang pagar kawat berduri serta barikade tambahan sejak siang.
“Kami melakukan pengamanan sesuai prosedur,” ujar seorang petugas di lokasi.
Aksi ini disebut sebagai bentuk protes atas kasus dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Brigade Mobil Polda Maluku, Bripda Mesias Siahaya.
Ia dilaporkan menganiaya seorang siswa MTs berinisial AT (14) hingga meninggal dunia di Kota Tual.
“Kami menuntut keadilan dan transparansi, jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegas salah satu orator.

Diketahui, yang bersangkutan telah dipecat dari institusi Polri. Namun massa menilai proses hukum harus dikawal terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, terdengar bunyi tembakan yang diduga gas air mata.
“Perjuangan belum selesai, kami akan terus mengawal kasus ini,” tandas peserta aksi.
Penulis : Andriyani
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















