Menurut Yoyok, prajurit Kodim kerap berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga sikap dan perilaku menjadi sorotan publik.
Karena itu, ia menilai keimanan dan ketakwaan harus menjadi fondasi mental prajurit.
“Iman adalah benteng paling kuat agar prajurit tidak mudah tergoda pelanggaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, profesionalisme prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan tugas, tetapi juga dari etika dan keteladanan di tengah masyarakat.
Dalam Jamdan tersebut, Yoyok juga menyinggung soal keselamatan dan kesehatan personel.
Ia meminta prajurit disiplin dalam berlalu lintas dan memastikan kendaraan dinas maupun pribadi dalam kondisi layak.
“Periksa kendaraan secara rutin, patuhi rambu, dan utamakan keselamatan,” katanya. Melalui forum ini, ia berharap soliditas satuan terus terjaga.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama TNI. Itu harus kita rawat bersama,” ujar Yoyok.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















