
“Selama ini fasilitas seperti ini belum pernah ada. Dengan fasilitas lengkap, jumlah nelayan bisa bertambah,” ucapnya.
Ia juga menyoroti potensi besar Samudra Hindia di pesisir selatan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Ke depan, pengelolaan kampung nelayan akan berada dalam satu manajemen bersama KDMP Poncosari.
“Modelnya bisa jasa, sewa, retribusi, atau bagi hasil. Semua kami rancang adil dan transparan, supaya koperasi untung, nelayan juga untung,” jelas Bupati.
Jika berhasil, model ini akan direplikasi ke wilayah pesisir lain di Bantul.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan program ini meniru pola sukses yang sebelumnya diterapkan di Juwana.
“Produktivitas di sana naik hingga 124 persen. Kami berharap dampak serupa terjadi di sini,” katanya.
Dengan dukungan cold storage, area pengolahan, hingga toko logistik, kampung nelayan di Bantul diharapkan benar-benar hidup dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pesisir yang berkelanjutan.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















