Ia berharap ajang ini menjadi wadah silaturahmi antar pecatur.
Dari sisi pembinaan, Pengda Percasi DIY menilai turnamen ini sebagai ruang alternatif pencarian bibit atlet.

“Kompetisi seperti ini penting untuk menjaring potensi sejak dini,” ujar perwakilan Percasi DIY.
Menurutnya, pendekatan non formal di kawasan wisata dapat memunculkan semangat baru bagi pelajar dan pemula.
“Catur tidak harus kaku, tetapi tetap menjunjung sportivitas,” tegasnya.

Selain pertandingan, Nara Kupu Jogja menawarkan fasilitas pendukung, seperti resto, villa, area parkir luas, kebun organik, hingga feeding rusa.
Inung menyebut hingga kini 165 peserta telah terdaftar, selain DIY, juga dari Purworejo, Semarang, Klaten, Solo, Magelang dan Jawa Timur.
“Kami optimistis kegiatan ini berjalan lancar dan memberi pengalaman utuh, bukan hanya bertanding, tetapi juga berwisata,” katanya.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















