“Seorang calon penumpang KA Kahuripan menjadi korban salah sasaran saat dikejar kelompok massa hingga menabrak kaca pintu gate face recognition,” jelas Feni.

“Pengawalan kami lakukan demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujar Kapolresta Yogyakarta.

Di sisi lain, pengurus Brajamusti berusaha meredam amarah publik dengan pernyataan maaf terbuka.
“Kami menyesalkan dan menyayangkan atas kejadian tersebut. Mohon maaf sedalam-dalamnya, terutama kepada masyarakat Yogyakarta,” kata perwakilan Brajamusti.
Dari kubu Persib, manajemen menegaskan sikap keras: “Persib tidak dapat mentoleransi dan mengecam keras oknum penonton yang melakukan tindakan main hakim sendiri. Kami mendukung polisi menindak tegas,” tegas PT Persib Bandung dalam rilis resminya.
Kini, masyarakat Yogyakarta menuntut evaluasi serius agar kericuhan tidak kembali mengulang luka lama.
“Sepakbola harusnya jadi hiburan, bukan teror di jalanan,” ujar Andi, seorang penumpang KA yang menyaksikan langsung kaca stasiun pecah.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















