“Saya rela harta saya habis demi mengembangkan olahraga pencak silat di dalam dan luar negeri, agar pencak silat itu dikenal oleh masyarakat di dunia ini.”
Ungkapan tersebut mencerminkan ketulusan hati dan totalitas beliau dalam memperjuangkan warisan budaya bangsa.
Atas jasa-jasa luar biasa dalam mengembangkan pencak silat, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Pratama kepada almarhum pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Selanjutnya, pada bulan Mei 2011, beliau menerima gelar Doctor of Philosophy dalam bidang Martial Art dari Asia Pacific Open University, Malaysia, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam bidang seni bela diri.
Ketua PP Tapak Suci Putera Muhammadiyah Afnan Hadikusumo mengatakan kepergian Mayjen (TNI) Dr. (HC) Eddie M. Nalapraya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pencak silat dan seluruh masyarakat Indonesia.
“Namun, semangat perjuangan dan pengabdian beliau akan senantiasa dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melestarikan pencak silat sebagai bagian dari identitas bangsa. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin,” tutupnya.
Penulis : Kurniawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















