Untuk mengatasi masalah ini, Pemkot Yogyakarta tengah mempertimbangkan berbagai solusi.
Salah satu ide unik yang muncul adalah penggunaan popok untuk kuda.
“Kalau perlu gimana ya, ada pempers (popok) kuda atau enggak,” kata Hasto, sambil tertawa kecil.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pendataan jenis kelamin kuda andong.
Pasalnya, sistem penampungan yang ada saat ini hanya cocok untuk kuda betina, sedangkan untuk kuda jantan belum ada solusi efektif.
Hasto bahkan menyebut opsi penggunaan kateter sebagai alternatif bagi kuda jantan.
Meski demikian, Hasto memastikan belum ada rencana untuk menghentikan operasional andong.
Pemerintah berkomitmen mencari solusi agar wisata tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan.
“Kami ingin tetap mempertahankan tradisi andong, tapi harus ramah lingkungan,” tegasnya.
Penulis : Kurniawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















