
Peserta akan dipilih dari dua unsur, yakni kewilayahan yang mewakili 14 kemantren dan unsur sekolah melalui Forum Komunikasi Pengurus OSIS SMA/SMK.
Bakesbangpol juga menggandeng organisasi kepemudaan hingga lembaga disabilitas.
“Kami menerapkan pendekatan inklusif, karena demokrasi yang baik harus dirasakan semua orang,” tegas Polana.
Duta terpilih nantinya berperan sebagai edukator, motivator, mediator aspirasi, sekaligus agen anti-hoaks di kalangan muda dengan pendekatan peer education.
Pendaftaran dibuka 19 Januari–3 Februari 2026 dengan target 36 duta.
“Mereka akan dikukuhkan 13 Februari 2026 dan dibekali pelatihan pendidikan politik, demokrasi, hingga antikorupsi.
“Meski relawan, perannya nyata dan strategis,” pungkas Polana.
Penulis : Ridva
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2

















