PERISTIWATERKINI.NET, Jogja – Kirab Budaya Ruwahan “Ngampem Bareng” di Kampung Miliran, Kota Yogyakarta, kembali digelar dengan nuansa lintas agama.
Tradisi tahunan ini bukan hanya menjaga warisan budaya Jawa, tetapi juga memperlihatkan praktik toleransi yang hidup di tingkat kampung.
Prosesi ruwahan diawali kirab gunungan apem raksasa yang melambangkan doa dan harapan.
Gunungan tersebut diarak warga dengan pengawalan Bregada Wira Praja Manggala, disusul peserta karnaval yang mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Pelaksana, Herry Santoso Wibowo, menyatakan kegiatan ini sengaja dirancang inklusif.
“Kami ingin budaya menjadi bahasa pemersatu. Perbedaan agama tidak menjadi sekat untuk saling mendoakan dan merawat persaudaraan,” kata Herry.
Ia menegaskan pluralisme justru memperkuat kohesi sosial warga Miliran.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi.
Penulis : Wawan
Editor : Peristiwaterkini
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















