Industri Singkong Terpuruk, Potensi Devisa Rp 10 Triliun Terancam Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Januari 2025 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Peristiwaterkini– Petani singkong lokal mengungkapkan kondisi pahit industri singkong di Indonesia yang semakin terpuruk.

Potensi besar keuntungan negara hingga Rp 10 triliun dari industri tapioka kini terancam akibat menurunnya produksi singkong di tanah air, terutama di Provinsi Lampung sebagai sentra utama komoditas ini.

Pada tahun 2022, Lampung mencatat panen singkong mencapai 6,7 juta ton, menyumbang sekitar 40% dari total produksi nasional.

Sekitar 90% dari hasil panen tersebut diserap oleh industri tapioka, yang menjadi penyumbang utama devisa negara.

Namun, dalam satu dekade terakhir, produksi singkong terus mengalami penurunan signifikan.

Ketua Umum DPN Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), Arifin Lambaga, mengungkapkan, bahwa produksi singkong di Lampung pernah mencapai puncaknya pada 2010 dengan 9 juta ton.

Namun, sejak itu terus menurun, bahkan pada 2019 sempat anjlok di bawah 5 juta ton dengan produktivitas hanya sekitar 22 ton per hektare.

Selain itu, kandungan pati dalam singkong juga semakin rendah karena panen yang dilakukan terlalu cepat akibat berbagai faktor.

Akibatnya, banyak hasil panen petani yang tidak terserap oleh industri atau dibeli dengan harga yang jauh lebih murah.

“Di sisi lain, industri memerlukan bahan baku singkong yang kompetitif, rendemen tinggi, dan bersih, sesuatu yang sulit dipenuhi oleh petani kecil,” ujar Arifin, Selasa (28/1/2025).

Lebih parahnya, beberapa pabrik tapioka besar di Lampung bahkan memilih menghentikan produksi karena harga singkong yang disepakati pemerintah sebesar Rp 1.400 per kilogram dianggap terlalu mahal.

Penulis : Jurnalis

Editor : Peristiwaterkini

Berita Terkait

Raissa Anggiani Buka Ruang Refleksi Emosional di Panggung Malang
Danrem 072 Tinjau Jembatan Garuda, 95 Persen Siap Rampung
‎Danrem Pamungkas Pastikan Jembatan Gantung Garuda Aman dan Tepat Waktu
PFN dan SIMPATI Tantang Kreator Muda Kuasai Tren Vertical Series Digital
‎Absensi Hakim MK Disorot, Dosen UWM Tekankan Etika Negarawan
Harga Emas Antam Bertahan, Buyback Naik Dalam Tiga Hari Terakhir
‎Dandim Wonosobo Lepas Jalan Sehat HAB Kemenag, Tegaskan Kerukunan Umat
Jim Geovedi, Hacker Indonesia Ditakuti Dunia Lewat Keamanan Satelit Global

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:37 WIB

Raissa Anggiani Buka Ruang Refleksi Emosional di Panggung Malang

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:56 WIB

Danrem 072 Tinjau Jembatan Garuda, 95 Persen Siap Rampung

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:16 WIB

‎Danrem Pamungkas Pastikan Jembatan Gantung Garuda Aman dan Tepat Waktu

Jumat, 9 Januari 2026 - 04:35 WIB

‎Absensi Hakim MK Disorot, Dosen UWM Tekankan Etika Negarawan

Senin, 5 Januari 2026 - 10:26 WIB

Harga Emas Antam Bertahan, Buyback Naik Dalam Tiga Hari Terakhir

Berita Terbaru

NASIONAL

Danrem 072 Tinjau Jembatan Garuda, 95 Persen Siap Rampung

Selasa, 13 Jan 2026 - 19:56 WIB